Senin tanggal 24 April 2007 adalah hari pertama aku memulai Pre-Sessional English Course di English for International Students Unit, University of Birmingham (EISU). Sebenarnya, ada waktu Sabtu dan Minggu untuk melakukan survey ke universitas, mencari dimana lokasi aku akan kursus. Tapi Sabtu sudah terlanjur habis seharian berkeliling ke City Center, sementara minggu siang hanya istirahat, karena aku merasa sedikit demam. Sorenya berkumpul dengan dua orang teman Indonesia yang baru datang minggu siang itu, Pak Anto dan Pak Tri .
Sebenarnya aku sudah tanya kepada Elcid, dimana Language Center tempat aku bakal kursus. Tapi dia juga tidak tahu pasti tempatnya. Aku merasa heran juga, kok dia sampai tidak tahu. Bukannya dulu dia juga ikut Pre-Sessional, walaupun yang 6 minggu. Senin pagi jam 8 aku sudah siap mau berangkat ke kampus, tapi Elcid bilang kantor-kantor di sini baru buka setelah jam 9. Jadi kepagian kalau aku berangkat jam segitu.
Kami bertiga mengiyakan saja sarannya. Kami lupa kalau kami belum survey tempat, tapi karena Elcid janji mengantarkan, kami jadi tenang. Karena satu dan lain hal, akhirnya Elcid tidak jadi mengantar. Jadilah kami bertiga mencari-cari tempat kursus dengan susah payah, bertanya ke sana kemari, jelas sekali tampang orang kebingunannya.
Parahnya lagi, di Jakarta tidak diberi tahu, kemana kita harus melapor dulu. Waktu pembekalan keberangkan di Hotel Acasia Kramat, pihak IIEF hanya menekankan hal pertama yang harus dilakukan sesampai di UK adalah melapor ke International Student Office, terus buka Bank Account supaya transfer dana dapat segera di lakukan.
Begitu juga dengan pihak British Council, tidak pernah menginformasikan kalau yang harus ditemui pertama itu pihak pengelola kursus bukan admission office. Jadilah hari itu kami mengurus segala macamnya termasuk membuka bank account.
Kami kesulitan sekali menemukan dimana lokasi EISU. Walapun ada peta di tangan, dan sudah bertanya beberapa kali ke Receptinist di Ashton Building,gedung sentral tempat segala macam office di University of Birmingham, tetap saja kami masih bingung arahnya kemana. Apalagi Pak Anto dan Pak Tri tempat kursusnya tidak sama dengan aku. Mereka harus masuk General English, dan itu adanya di kampus Selly Oak, tambah bingung lagi deh....
Akhirnya kami berpisah. Jadilah aku mencari gedung Westmere tempat EISU, sendirian. Dengan susah payah, berhasil juga aku temukan. Sesampai di dalam, aku melapor ke sekretariat, mereka langsung bertanya apa aku tidak tahu kalau kursus dimulai hari ini jam 9.30 pagi, apa aku tidak di informasikan sejak dari Indonesia. Keterlamabatnku memang cukup lama, kulirik jam sudah pukul12 tepat. Petugas itu, seorang gadis india kecil mungil menyuruh aku menunggu.
Aku mencari tempat duduk di ruang tengah (Westmere memang mirip bangunan rumah ketimbang bangunan kantor. Karena dulunya memang rumah tinggal). Sudah ramai sekali student berkumpul sambil berbincang. Ada yang sambil duduk, ada yang berdiri. Ada juga yang di dalam ruangan kelas. Ada yang berbincang dengan pengajar.
Di salah satu ruang kelas, aku lihat beberapa orang sibuk sekali mempersiapkan beraneka makanan. Ada buah, cake, crips dan lain-lain. Aku duduk di kursi paling pojok sambil memperhatikan mereka satu persatu. Barangkali ada yang bisa aku ajak bicara, untuk sekedar bertanya apa saja yang sudah berlangsung dari pagi tadi, dan apa selanjutnya.
Sudah sepuluh menit lebih aku mengamati sekeliling, tapi semua orang sibuk bicara dengan temannya atau sibuk sendiri. Aku mulai merasa bingung, aku seperti bengong sendiri dan merasa "iri" dengan student lain yang sudah enjoy mengobrol satu sama lain.
Oh..... tiba-tiba ada seorang perempuan berjilbab keluar kelas dan duduk di kursi. Sepertinya dia orang Arab. Hatiku gembira, karena menyangka pasti dia akan langsung menyapa aku dengan sapaan khas muslim " Assalamualaikum", tapi lama aku tatap dia, dan berusaha tersenyum. Dia terlihat cuek saja, sapaan salam yang kuharap tidak keluar dari mulutnya ternyata.
Akhirnya aku beranikan duduk di dekatnya, dan menyapa dia. Ternyata benar dugaanku, dia student dari Saudi Arabia. Aku tanyakan apa yang sudah berlangsung tadi pagi. Dia jawab kalau ada placement test tadi. Mendengar jawabannya,...... tek....ada desir di dadaku. Tiba-tiba hatiku diselimuti rasa penuh sesal. Kenapa sampai datang terlambat. Kenapa aku seceroboh ini.....desisku dalam hati.Aku tiba-tiba merasa sedih sekali.
Kemudian semua orang masuk ke ruangan yang sudah terhidang makanan. Aku ragu untuk ikut masuk. Aku tidak tahu siapa saja yang boleh makan, lalu aku tanya ke salah seorang petugas, rupanya itu jamuan makan siang untuk menyambut para student baru. Jadilah aku ikutan makan seadanya. Salah seorang tutor, yang ternyata bernama Sofia, bertanya apa aku student baru juga, kenapa dia tidak melihat aku dari pagi. Aku jawab iya, dia bertanya alasan kenapa aku terlambat.
Setelah aku jelaskan, dia menginfomasikan kepada temannya yang berambut ikal dan pirang. Temannya bertanya siapa namaku, begitu aku sebutkan, dia langsung berseru " Oh you are the lost student?" Aku kaget dipanggil the Lost Student, kemudian dia mengatakan kalau mendapat telpon dari receptionist di Ashton Building bahwa ada student yang nyasar ke sana. Dia juga mengatakan kalau sudah mengirim petugas ke flat ku untuk menjemput pada jam 10 karena mengira barangkali aku ketiduran.
Mendengar itu, aku merasa semakin menyesal.......kenapa hal pertama yang kulakukan sesampai di sini bukan mencari tempat kursusku dulu. Acara makan siang selesai, aku diberi tahu kalau harus masuk ke kelas BME (Business Management English). Begitu aku membuka pintu, di dalam sudah ada 3 orang student dan tutor yang berusia separuh baya.
Begitu melihatku, tutor itu langsung berseru " You must be Vima..., the lost student". Tek...aku kembali terkaget, tutor ini juga memanggilku the lost student. Placement test dilanjutkan, dan aku hanya dapat mengikuti section reading, dan jadilah panggilanku di sana sbg " the lost student".
Friday, 15 June 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
4 comments:
Running Sentence
very good story
Hehehe, jangan disesali kejadian itu dek... dia akan jadi cerita indah sepanjang hayatmu, sepanjang perjalananmu. Cara pengungkapan ceritanya, OK banget. Saya senang membacanya. Teruslah menulis ya. Daftarkan diri untuk jadi penulis di www.kabarindonesia.com dan kirim artikel, berita, puisi, foto-foto, dan lain-lain di sana. Terima kasih dan sukses selalu.
Nampaknya gaya tulisanmu gaya bertutur. Coba sekali2 ganti gaya lain, seperti deskripsi, metamorfosis atau third person jadi baca blogmu ada banyak warna, tidak hanya warna blognya tapi juga warna tulisannya.
But over all good, poinnya 8,9!!
Post a Comment